Powered By Blogger

SYIFAFAFAFA

Rabu, 05 Desember 2012

Arti Cinta part 14

Sobat aku merasa tidak enak dengannya, iya dengan Santi..
dia hanya tersenyum dan menatapku sambil membawa novel yang ingin ia baca di perpustakaan.

Sobat...
apa Santi tahu kalau aku sudah memiliki perasaan yang sama dengan Firza? Apa dia akan menjauhiku setelah dia tahu perasaanku saat ini? Aku merasa serba salah!

Lalu, Santi mendekatiku.Dia menepuk pundakku.

"Cieee..yang tadi abis kirim salam buat Firza." kata Santi sambil tertawa setelah itu.
"Enggak sih yeeeh..Gue cuma bercanda aja sama Revan."
"Masa sih Vi??."
"iya san..beneran deh."
"Oyah Vi, gue lagi ngidam rujak deh..Pulang sekolah anterin gue beli rujak ya?? yayayyaa?? Pleaseeee." Ajak Santi sambil memohon.
"ayuuk."
"yaudah deh, mending sekarang kita ke kelas aja, abis ini kan ada ulangan Matematika.Lo udah belajar?."
"hahaha udah sih, tapi gitu deh."
"gitu gimana?."
"gituuu deh, ada yang masuk ada yang enggak."
Kami pun berjalan menuju kelas sambil tertawa bersama.

Di Kelas.

Bu Inggrid, guru matematika kami sudah memasukki kelas dan duduk di kursinya.
"baik anak-anak sekarang masukkan semua buku yang ada di meja kalian."
Kata bu inggrid sambil memegang tumpukkan soal ulangan Matematika yang akan kita hadapi.

Setelah Ulangan selesai, kami melanjutkan pelajaran setelah itu.Yaitu pelajaran IPS.
Saat pelajaran IPS berlangsung, ada sebuah kertas yang terlempar dan jatuh di mejaku.Aku membukanya.

Via..
pulang sekolah, gue mau ajakkin lo ke sebuah tempat...ROMANTIS deh Vi! Pasti lo bakalan seneng kok, gue ga akan bikin lo dimarahin mama lo karna pulang malem..So, santai aja ya..

FIRZA si pangeran tampanmu

"WHAT??? pangeran tampan ? gaya amat sih nih orang." kataku dalam hati.
Seusai pelajaran IPS, aku menuju ke meja Firza.

"maaf ya, gue ada urusan." Kataku sambil dengan nada malas dan kesal.
"yah..Kali ini aja..Pleaseee..."
"Gak bisa Zaa...Gue kan udah bilang kalo gue ada urusan.." Jawabku sambil berusaha meninggalkan Firza.
Lalu Firza meraih tanganku, dan mencoba menggagalkan kepergianku.

"Vi, tapi lain kali bisa kan?."
Sobat...aku benar-benar mati rasa saat itu, lalu aku menjawab dengan nada rendah sambil memperhatikan kedua bola mata Firza

"Iya Za." tersenyum

Aku meninggalkan tempat Firza.

OYAH SOBAT!!! Santi??? Dia melihat kejadian itu dan tersenyum sambil menahan tertawa.

"Jadi, ada yang di ajak jalan sama Firza?." ucap Santi.
"Gue tolak lah San, lagian juga gue ada janji sama lo."
"batalin aja Vi janji makan rujaknya, mending lo jalan deh sama pangeran tampan lo itu." jawab Santi sambil tertawa
"Enggak, dia bukan pangeran kok.Lagian gue mau nepatin janji makan rujak sama lo."
"iya deh Vi, tapi besok lo harus jalan sama dia."
"emang kenapa San?."
"Gue cuma mau lo bahagiain dia kok."
"San.."
"Vi, Ujian tengah Semester 2 minggu lagi kan? Gue harus belajar ekstra deh." Kata Santi sambil memotong pembicaraanku,  sepertinya dia berusaha untuk membuatku tidak menanyakan soal maksud kata-kata dia tadi.
"Iya nih San, gue gak sabar sama liburan panjaaaang kita."
"betulll..gue Juga." jawab Santi mengiyakan

Bel pulang berbunyi.

Aku dan Santi hari ini pulang dengan kendaraan umum, tidak menggunakan sopir terlebih dahulu.Mengapa? iyaps Sobat, karena kita ingin membeli Rujak, dan saat ini aku dan Santi sedang mencari tukang rujak yang biasanya mangkal di depan mini market yang tidak jauh dari sekolah kami.Disana disediakan tempat duduk, kami pun duduk di sana.

Keesokkan harinya.

"Nih, nasi goreng seafood yang pertama kali mama bikinnya gak asin." kata mamaku sambil menaruh nasi di piringku yang masih kosong.
"Ma, seasin asinnya masakkan mama..Tetap saja masakkan mama tidak ada duanya di dunia ini."
"ah kamuuu bisa saja.." jawab mama sambil tersipu malu.
Aku melanjutkan untuk memakan Nasi Goreng Seafood ala mamaku, dan berangkat ke sekolah setelah memakai sepatuku.
Di perjalanan, aku sangaaat bosan.Karena selain tidak berangkat dengan pak udin, perjalanan di pagi itu juga sangat macet.Entah mengapa?Yang jelas tidak biasanya seperti ini.

Sampai sekolah aku meletakkan tasku dan berdiri di balkon depan kelas.

"Hai Bidadari." Ucap salah satu pria di belakangku, yang berhasil membuatku terkejut.
"Apaan sih?."
"Eh, hari ini jadi kan?."
"jadi apaan?."
"jalan..."
"Gue tau gue itu udah ngasih kesempatan untuk jalan bareng lo lain kali, tapi lain kalinya bukan sekarang juga kaliii."
"yah kok gitu? Tolong dong Vi.."
Aku terdiam, aku merasa tidak enak dengan Santi nantinya.Tapi aku teringat oleh perkataan Santi untuk membahagiakan Firza, yasudah aku menjawab singkat "Ya."

Firza langsung loncat-loncat, sambil mengucapkan "yess!!Yess!!."
"Dih kenapa lo?." tanyaku sinis.
"Gue seneng banget, karena baru pertama kalinya gue ngajak orang jalan langsung."
"ah kemaren juga lewat surat."
"itu kan kemarin nyil.."
"jangan panggil gue UNYIL!!." sambil menepis pundak Firza.
"maaf deh nyiiii.....eh maksud gue bidadari."

Firza...Firza..Gue benci lo sekarang, kenapa dia bisa membuatku tersenyum saat ini?Apa aku sudah benar-benar yakin bahwa aku mencintainya? Tapi Santi? Aku tidak boleh mengikuti perasaanku, dan melupakan perasaan sahabatku.

Bel masuk pun tidak lama berbunyi, tidak biasanya Santi datang terlambat hari ini.Namun sobat, lama-kelamaan aku tidak melihat kedatangan Santi, dan aku menyadari bahwa mungkin hari ini dia tidak masuk.Tidak biasanya lhoh dia tidak masuk tanpa memberi tahuku terlebih dahulu.
Lalu wali kelasku yaitu Bu Endang masuk ke kelasku, aneh...Padahal sekarang bukanlah jam pelajarannya.

"Anak-anak, hari ini salah satu teman kita yang bernama Sintia mengalami kecelakaan tadi pagi.Keadaanya sekarang belum sadaar, akibat benturan yang sangat keras karena kecelakaan tersebut."

Sobat, aku sangat sedih dan tidak bisa menahan tangisanku saat ini.Aku menangis di kelas, lalu Firza mendekatiku.

"Siang ini, gue anter lo ke rumah sakit."
aku mengangguk.
Firza memberikan tissue dan aku tidak mengambilnya karena aku tidak menyadarinya.Lalu Firza mengusapkan tissue disekitar mataku, seakan-akan berusaha menghapus kesedihanku.
"lo tau kan Za..Santi sahabat gue."
"iya gue tau kok." Firza tersenyum, sambil mengisyaratkan bahwa dia juga mengerti apa yang aku rasakan.

Pulang sekolah.

"Vi..Pake nih." sambil menyodorkan sebuah helm keselamatan berwana biru muda.
aku mengangguk lalu memakai helm tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, aku menuju ke meja informasi tentang ruang pasien.

"Sus, ruang pasien yang bernama Sintia Vannes dimana ya?." tanyaku kepada seorang yang memakai baju putih itu.
"sebentar saya cari dahulu."
"cepat ya sus." kataku tergesah-gesah.
"ruang C14 di lantai 3."
"terimakasih ya sus."

aku langsung berlari bersama Firza ke ruang tersebut.
Terlihat kedua orang tua Sinta yang sedang berada di dalam ruangan.Aku mengetuk pintu, lalu memasukki ruangan tersebut.

"Permisi om, tante.kami berdua salah satu dari teman Sinta."
"Baik, silahkan menjenguknya.Kami tinggal keluar sebentar yah."
"Baik tante."

Bersambung

Selasa, 04 Desember 2012

Arti Cinta Part 13

so...Sekarang aku bingung ya harus gimana???
Aku sayang Firza, tapi....Santi sayang sama dia.Dan Santi adalah sahabat aku sendiri, sahabat macam apa yang tega ngerebut cowok yang sahabatnya sendiri sayang?!

ke esokkan harinya di sekolah.

sobat, sebenarnya aku tidak mau masuk sekolah hari ini, tapi gara-gara ada Ulangan Matematika...yaaa Terpaksa aku masuklah, daripada gak ulangan???Mau ikut susulan? yahh gak bisa nyontek kan? hehehe.

Oyah sobat, beralih ke Firza.Hari ini Firza kelihatan sedih, dan agak pendiam.Aneh sih, biasanya dia jahilin teman-teman, terus kadang juga sering kesana-kesini..nah sekarang????Dia duduk aja di bangkunya, gak robek-robek kertas terus di gumpalin abis itu timpukkin kertas itu ke Romi si manusia KB (kutu Buku) yang sedang serius ngerjain soal.Istirahat juga dia cuma beli sebotol air mineral saja, biasanya bakso atau mie cuap cuap ala Bu Ida dikantin, terus minumannya Jus jambu atau jus tomat atau juga jus mangga.

Eh??! Kok aku merhatiin banget ya -__-

yang jelas, Firza bener-bener aneh saat ini.Semenjak kejadian kemarin, dia kelihatan seperti es batu yang dingin.

hmm..ada Revan, coba aku tanya dia aja kali ya?

"Van...Van..Tunggu!." aku memanggil Revan sambil berlari berusaha mengejarnya.
"Iya iya..kenapa sih Vi?."
"si Firza kenapa berubah sih?."
"Berubah gimana sih Vi?"
"nih, dia tuh ya sekarang gak jailin Manusia KB, dia diem aja kayak patung di kelas..Gak kesana kemari, terus istirahat, cuma minum air mineral, biasanya sambil makan bakso atau gak mie cuap cuap bu ida kan??Terus minumannya bukan air mineral, si Firza itu biasanya minum jus tomat atau jus jambu atau engga jus mangga..Hari ini? Dia super duper beda!!Dia kenapa sih Van?? jujur dong!."
"Tunggu deh Vi, kok lu merhatiin Firza banget sih?sampe tau makanan yang biasa dia beli dikantin..terus minumannya juga, hmmm lo udah mulai sayang yaa?? Cieeeee.." Kata Revan sambil menyenggol kecil pundakku dengan pundaknya dia.
"apaan sih lu van?Gue serius nih!." jawabku kesal.
"Lo mau tau kenapa?."
"kenapa sih??cepetan."
"Gopeee dulu dong."
"Van! seriuuusss!." aku mulai kesal dan memukul pundak Revan.
"ih sakit Vi, galak lu yaa."
"yaudah kasih tau cepetan!."
"Gini Vi, bokap sama nyokapnya Firza lagi berantem..Tapi gak cerai kok Vi, cuma Firza sedih aja jadinya.Masalahnya Vi pas berantem itu, Firza ada di tempat."
"oh gitu ya Van, makasih banget ya."
"Iya Vi, sama-sama..Cie mulai perhatian cieee.."
"apaan sih, yaudah gue ke Perpus dulu ya."
"Iya..Kirim salam gak buat Firza??."
"boleh deh hehe."
"serius Vi??."
"iyaaaaa..." Kataku sambil berlari.

Di tempat tongkrongan Firza and the geng.

"zaaa..." teriak Revan dari arah seberang.
"Kenapa lagi tuh si Revan manggil-manggil nama lo za?." Tanya Aldi.
"gak tau tuh, mungkin dia lagi abis ngeliat banci..hahahah." jawab Firza, yang dibalas tawa juga dengan Aldi.

Revan pun tiba dan dia langsung duduk di pertengahan antara Aldi dan Firza.

"Kenapa sih?." Tanya Aldi
"tadi gue abis ketemu Bidadari lo za." Kata Revan sambil melihat ke arah Firza.
"terus?? terus? dia kenapa?." Tanya Firza
"Tadi dia nanya kenapa lo hari ini beda, gak jailin manusia KB , terus minumnya cuma mineral water aja?kayaknya dia tau banget za soal lo.Dia merhatiin lo Za, dia juga bilang biasanya kan lo makan bakso atau gak mie cuap cuap bu ida, terus dia juga tau minuman yang biasanya lo beli."
"apaan?." tanya Firza
"jus jambu atau jus tomat, atau gak jus mangga."
"bener tuh, jangan bilang lo cuma bohongin gue aja?."
"ya ampuun serius Za, dia juga nitip salam buat lo.Kalo menurut gue sih dia udah ada rasa sama lo, tapi masih malu-malu gitu deh.Gue gak bohong za, beneran deh tadi si Via ngomong gitu."
"eh eh..lu tau Via sekarang dimana?." tanya Firza bersemangat.
"Dia ke perpus za, cepetan gih kesana!." Saran Revan.
"yaudah ya sob..gue on the way ke perpus dulu buat nemenin Bidadari Viaku sayang hahah."
"okelah sob." jawab Aldi sambil bertossan dengan Firza.
"good luck sob!." sambung Revan yang juga sambil bertossan dengan Firza.

Di perpustakaan sekolah.

Aku sedang berusaha meraih buku yang tingginya susah ku gapai sobat, aku berusaha menjinjitkan kedua kakiku demi meraih buku tersebut.Tiba-tiba.....Ada seorang lelaki yang mengambilkan buku itu.

Aku menoleh ke arah laki-laki tersebut....Dan....
"Firzaa." aku menatapnya dengan muka datar.
"hey bidadariku."
"apaan sih lo zaaa..Udah ah gue mau duduk disana dulu, makasih udah bantuin gue ngambilin buku itu."
"eiiitss...Sebentar dulu sayang." sambil menghalangi jalanku.
"eh za gue bukan pacar lu ya sana sana..jangan manggil gue sayang."
"maaf deh nyil, gue cuma bercanda aja kali...gak usah ge'er gitu."
"nyil???lo kira gue unyil? gue itu VIA..V-I-A..Via."
"bercandaaa cantik, oyah tadi gue dapet salam dari V-I-A."
"ih..gue cuma bercanda aja ke Revan"
"jujur aja kali nyil."
"gak gak..jangan manggil gue unyil!."
"unyiiil..lu itu unyil, badan kecil..pendek, tapi imut terus cantik lagi..Gelis pisaan euyyy!."
"sanaaa isshhh!."
"gak, sampe lu ngaku dulu kalo lo kirim salam kan buat gue?."
"iya deh za, gue kirim salam buat lo lewat Revan."
"salam balik buat kamu Via sayang." kata Firza sambil mengacak-ngacak rambutku, dan berlari keluar dari perpustakaan
"Firzaaaa...Resek lu yaaa, rambut gue berantakkan!."

Sobaaaaaat...Aku senang sekali bisa berbicara dengan Firza yang dulu, ya walaupun aku tidak bisa menyatukan orang tuanya yang sedang bertengkar itu, tapi aku bisa membuat Firza tersenyum..

oyah sobat, saat aku menoleh ke belakang??? Ternyata ada Santi di sudut rak buku perpustakaan!!




Bersambung

Ayo sobat  ACfers like FP khusus untuk sobat ACfers..Dan dapatkan informasi2 tentang eps. AC selanjutnya caranya : Klik disini ayo like sebanyak2nya

Senin, 26 Maret 2012

Arti Cinta part 12

aku yang mendengar perkataan Santi, hanya terdiam.Aku menoleh ke arah Santi, dia hanya memberikan tatapan dengan kedua matanya yang manahan beribu-ribu tetesan air mata sambil tersenyum.Aku yang melihat kedua matanya itu , semakin merasa bersalah. Aku merasa bersalah! Ya aku bersalah! Kenapa aku bisa menanamkan rasa cinta yang begitu dalam kepada seorang pria yang di cintai juga oleh sahabatku sendiri.

Minggu, 22 Januari 2012

Arti Cinta Part 11

Setelah membacanya, aku merapihkan seluruh PR ku dan tidur diatas ranjang istimewaku. Aku mendengarkan alunan lagu yang cukup mengisahkan tentang rasa cintaku.

Aku tertidur, dan saat aku tertidur aku bermimpi . Aku bermimpi bahwa seorang nenek-nenek yang menghampiriku dan berkata "Jagalah perasaannya."  nenek itu memakai pakaian berwarna merah muda, dgn bawahan kusam.

Saat aku terbangun, aku melihat sekelilingku. Aku juga melihat handphone ku yang masih memutarkan lagu yang aku dengarkan tadi malam.Batrai handphone ku sudah tinggal 1 BAR!!. Aku mandi, dan sarapan. Setelah itu, aku pergi ke sekolah.

di sekolah, aku bertemu dengan Firza. "Hey." sapa Firza. "Hey juga." aku balik menyapanya dengan menundukkan kepala. "Lo ga papa Vi ?." "Ga papa kok Za, gw ke lapangan dulu ya." jawabku meninggalkan Firza. Firza menarik tanganku.Aku menoleh kepadanya. "Kenapa sih Za? Please lepasin tangan gw!." kataku. Firza mendekat kepadaku dan bertanya. "Mata lo kenapa Vi? Ko kayak habis nangis?." aku terdiam, lalu aku berkata "Ga papa, udah ya lepasin gw. Gw pengen ke Lapangan." Aku berlari ke Lapangan sambil melihat teman-temanku bermain basket. Dari jauh aku melihat Santi datang, aku pun memberikan buku yang terbawa olehku. "Nih San buku lo.Maaf ya gw ga bermaksud ngambil, tp gw baru menyadarinya tadi malem.Hmm..gw jg ga sengaja ngebaca 1 halaman.Maafin gw ya, gw ga bermaksud lancang.Tp gw penasaran banget sama buku lo." "Hm..Iya ga papa." Kata santi . Firza datang ke Lapangan dan dia dengan tiba-tiba menaiki tempat duduk di paling atas sambil membawa speaker. Entah apa yang ingin dilakukan Firza, namun menurutku sangatlah aneh. Firza senyum ke arahku, aku menaikkan alisku yg kiri dgn wajah bingung. "Mohon perhatiannya yah sebentar, yang lagi main basket juga tolong di berentiin dulu latihannya. Pertama-tama gw Firza dari anak pindahan 10.1 ke 10.2 , gw pengen ngasih sebuah nyanyian ke seorang wanita di 10.2 yang gw kagumi." Firza menyanyikan lagu yang di ciptakan oleh CS Praya - Bintang Penuh Harapan :



Seanggun warna senja menyapa
Bersambut musim yang dijalani
Semoga bintang penuh harapan
Mencoba untuk terangi dalam gelapnya malam

Ungkapanku untuknya
Untuk seorang wanita yang ku puja dan ku puji
Takkan ku rasa jenuh
dirinya dihatiku

Reff:
Parasnya sungguh indah sekali
Menggugah rasa untuk ingin selalu bersamanya
Senyumnya menggetar jiwaku
meresap indah dalam alunan syair laguku


Lalu setelah menyanyikan lagu itu, Firza menuruni tempat duduk yang paling atas tadi. Dia jalan menuju loker Via, lalu aku menoleh ke Santi . Santi tersenyum ke arahku, lalu dia berkata "Hehe..Mungkin lagu itu buat lo kali Vi." "kok buat gw? Bisa aja buat anak cewek 10.2 yang lain, kan anak cewek 10.2 bukan aku doang, ada kamu juga.Siapa tau buat kamu." Kata aku sambil lari ke kelasku.  Saat aku jalan sendiri, Firza menarik tanganku. "Lagu itu buat lo Vi." Aku menjawab hanya dengan senyuman, lalu aku kembali berjalan.Firza kembali menarik tanganku, "Lo ga hargain lagu yg gw nyanyiin buat lo?." "Gw berterimakasih ya Za, gw suka suara lo.Tapi , mungkin kita ga bisa bersama Za.Karena gw udh suka sama cowok lain, dan itu ga penting untuk gw kasih tau ke lo.Sekali lagi makasih ya Za...Gw udh sayang sama cowok lain itu, mungkin msih banyak cewek yang pantas buat lo, maaf ya Za.." Firza terdiam, lalu dia kembali menjawab "Tapi, gw ga percaya sama kata-kata lo! Gw yakin lo sayang sama gw Vi, gw tau itu.Lo berkata kayak gtu, biar gw gak sayang lagi sama lo, dan lo berkata kayak gtu . Karena lo mau menjaga persaan orang yang deket dengan lo, yang juga suka sama gw ! Vi, lo bisa ngomong kayak gtu. Tp gw tau hati lo ga bisa ngomong kayak gtu !." Setelah mendengar kata-kata Firza, aku ke Toilet . Aku menangis di sana. Sampai Santi datang, dia memelukku. "Gw sadar kok Vi, selama orang yg gw sayang bahagia, gw juga ikut bahagia.Klo Firza sedih kayak tadi, gw jg bakal sedih..Gw mau merelakan Firza, ke lo ." Kata Santi.


Bersambung


Senin, 08 Agustus 2011

Arti Cinta part 10

"Gw gak yakin kalau Via nangis gara-gara permen!." Kata Santi dalam hati.Seusai jam pelajaran, bel berbunyi.Kami pulang.Saat itu aku sangat terburu-buru.Sehingga aku terselengkat tas kecil milik Santi.Kebetulan tas itu tidak di tutup sehingga buku yang ada di dalamnya berserak-serakan.Buku milikku bercampur dengan buku milik Santi, ya sobat saat itu buku milikku juga terjatuh! Sungguh memalukan.Aku merapihkan buku itu. "Maaf ya San." Ucap dari mulutku. "Oh iya ga papa...Hati-hati ya Vi!." Kata Santi. "Oyah, gw duluan ya..Soalnya.." Kataku mencari alasan.Jujur aku hanya ingin menjawab 'soalnya gw lagi mau sendiri!' tp kata-kata itu hanya membuat Santi curiga. "Soalnya kenapaVi?." Tanya Santi. "Soalnya....Gw lagi gak enak badan San." Alasanku. "Oh ya udah..Istirahat ya.." Kata Santi.

Malam itu aku sibuk mengerjakan PR yang di berikan oleh guru Matematikaku.Saat aku sedang menyiapkan buku, ada 1 buku yang asing bagiku.Buku itu di sampul warna kuning, dengan pita putih di tengah buku.Aku mencoba membuka buku itu..Saat aku buka ada sebuah tulisan. "My DIARY." haah???Ini buku DIARY siapa?Perasaan aku tidak menulis DIARY!! Saat aku buka halaman ke dua.Aku melihat foto cewek yang berambut sebahu, memakai pakaian berwarna merah muda, dan memakai sepatu lucu berwarna putih.Aku lihat..Dan telusuri..Ternyata itu.........SANTI! Aku terkejut melihat bagaimana bisa buku ini masuk kedalam tas ku?Aku coba mengingat...Nah!Tadi saat terjatuh buku yang aku bawa, tercampur buku Santi..OMG aku sangat terkejut..Ingin rasanya membaca buku DIARY Santi, tapi aku takut. Mungkin beberapa halaman saja.Aku membukanya.Saat aku baca di suatu tanggal yang tepatnya aku dan Firza kejar-kejaran. Ini isi Diarynya:

21-10-2010

Dear Diary, Saat ini cemburu telah masuk ke dalam hatiku.Entah sampai kapan aku harus membohongi perasaanku terhadap Firza.Tapi...Aku sayang sama dia, sakiiiiiit hatiku melihat dia kejar-kejaran sama Via.Aku ga tau harus bilang sama siapa lagi?Aku juga gak tau sampai kapan hatiku harus menunggunya?

Sobat, setelah membaca semua Diary Santi, aku merasa aku menghianati sahabatku sendiri.Apa yang harus aku buat sekarang?Apa???Tolong seseorang membantuku.

Bersambung

Kamis, 30 Juni 2011

Arti Cinta part 9


“Kenapa Firza aneh sama aku yah?Apa jangan-jangan dia...” Kataku dalam hati sambil menggelengkan kepalaku. “Loe kenapa Vi?.” Tanya Firza yang sok perhatian. “Gak papa..” Kataku Relax. “Loe gak suka pesanannya?Apa mau gw ganti?.” Tanya Firza sambil mengangkat tangannya untuk meminta di panggilkan Stella. “Eh..Gak..Gak usah..Pala gw agak pusing..Doang.” Kataku sambil memegang tangan Firza untuk tidak mengangkat tangan. “Eh..Sorry..Gw gak bermaksud megang tangan loe..” Kataku.  “Oh..Gitu..Iya gak apa-apa.” Kata Firza. “Gw mau ke toilet dulu yah.” Kata Santi yang langsung meninggalkan tempat. Aku yang mendengar ucapan Santi secara diam-diam juga ikut ke toilet.Saat aku masuk, aku melihat Santi di kaca Toilet dengan wajah yang sedih.Aku pun mendekatinya.Saat aku medekatinya... “Loe suka kan sama Firza?.” Tanya Santi tiba-tiba kepadaku. “Hah?Gw suka sama Firza?...” Saat aku ingin menjawab ‘gak’  Santi memotong pembicaraanku dan berkata. “Gw liat semua sifat loe ke Firza..Mulai dari kemaren!Lagi pula Firza juga kayaknya suka deh sama loe..Jadi kalian berdua pacaran ajah sana!.” Kata Santi tanpa melihatku. Ya ampun sobat saat ini aku betul-betul tidak tahu harus berbuat apa. “Gw gak suka sama Firza!.” Kataku. “Bener?.” Tanya Santi. Aku pun mengangguk.

Sobat, aku merasa membohongi sahabatku dan diriku sendiri.Setelah dari toilet kami duduk kembali.Kami belajar bersama. “Kita buat pertanyaan ajah, jadi misalkan Revan ke gw,gw ke Santi,  Santi ke Via, Via ke Fir...” Kata Aldi, namun pembicaraanya belum selesai. “Hmh...Jangan gitu deh..Gini ajah..Aldi ke Revan, Revan ke Via, Via ke gw, gw ke Firza, terus Firza ke Aldi.” Kata Santi. “Itu sama ajah kali..Cuman di puter2 ajah.” Kata Revan. “Udah gak..Apa-apa..” Kataku. “Yah..Kenapa gak kaya sarannya Aldi ajah sih?Kan biar gak ribet.” Kata Firza. “Udah lah Za..Sama ajah..” Kataku.Setelah itu kami pun memulai menjawab pertanyaan2.Santi memberikan pertanyaan ke Firza.Sobat, jujur aku sangat cemburu.Tapi..Demi sahabat aku harus merelakan rasa cemburuku ini. “Firza..Ini pertanyaan dari gw.Ini ciri2 dirinya.Jenis kelaminnya Cewek, dan dia orang tercantik di Mesir..Siapa dia?.” Tanya Santi. Sobat, bukannya aku GR, tp aku perhatikan Firza melihatku terus..Apa ada yang aneh di wajahku?Atau ada kotoran di wajahku?Apa ada jerawat?Sobat, kalau ada jerawat aku tidak akan muncul di tempat ini!. “Za..Hellooo..Jawabannya apa?.” Tanya Santi sambil menyadarkan Firza dari bengongnya. “Via..” Jawab Firza. “Apa jawabannya?Vi..Via?.” Tanya Santi bingung. “Hah?Via?Bukan..Tadi gw lagi buka Laptop terus ada tulisan Via BlackBerry di Status temen gw.” Kata Firza mencari alasan. “Hmh..Udah jangan buka Facebook!Fokus dong!.” Kataku. “Iya..Iya..Maaf deh..” Kata Firza. “Ya udah..Ayok kita mulai lagi..”  Kata Revan.

Seusai belajar, kami pulang.Tapi, Firza and the geng masih di cafe katanya mau ngumpul2 dulu. “Za, tadi yang Via itu...Sebenarnya loe lagi mikirin Via kan?Jadi loe jawab Via deh???.” Tanya Aldi. “Jujur sih..Iya...” Kata Firza. “Tuh kan sob, apa gw bilang..Wah Za, loe lagi demam Via yah?Hahhahah..” Kata Aldi. “Hahahhaha...” Tawa Revan. “Ya..Terserah loe semua deh..” Kata Firza.
Di sekolah.

“Aduh, tadi malem gw nonton film yang bener-bener..Sediiiiiiih banget.” Kataku. “Terus loe nangis?.” Tanya Santi.Aku pun mengangguk. “Dasaar..Dasarr..” Kata Santi. Beberapa saat kemudian saat aku sedang menaruh novel-novel di loker...Firza datang. “Hai Za..” Sapa Santi. “Hai Vi.” Kata Firza.What?Firza gak bales sapaan dari Santi?Aduh ini bahaya banget.  “Eh, loe sama Santi ajah ya gw mau langsung ke kelas..” Kataku untuk menghindarinya. “Ya udah gw bareng.” Kata Firza. “Udah gw sendiri ajah.” Aku pun lari ke kelas. “Vi, tunggu!.” Kata Firza. “Udah Za, si Via lagi mau sendiri..Udah loe sama gw ajah!.” Pinta Santi. Sobat, jujur aku tidak ke kelas...Melainkan ke lantai 3..Ups..Sobat lantai 3 di sekolahku adalah lantai yang paling atas.Di sana aku bisa menangis atau bergembira.Sobat please jangan bilang siapa-siapa kalau lantai 3 adalah tempat persembunyianku.Aku disana menangis..Aku tak tahan yang sudah membohongi perasaanku sendiri.Saat aku sedang menangis, aku mendengar suara hentakan kaki.Sobat, kalian tau kan apa yang langsung aku lakuin?Ya, aku mengumpat di  balik kardus.Kardus itu tingginya, setinggi pundakku.Aku bisa melihat dari sela-sela kardus itu.Betapa terkejutnya aku!Ternyata suara hentakan kaki itu adalah suara hentakan kaki Firza!.Oh My God..Firza sering bercerita tentang hidupnya di tempat rahasianya.Dan tempat rahasianya adalah tempat rahasiaku juga.Saat di sana tidak sengaja aku mendengar Firza bercerita. “Hari ini..Sama seperti kemarin..Gw mau mencoba itu...Tapi setiap gw coba pasti gak bisa.” Kata Firza.  “Hmh..Apa ya maksud Firza sebenarnya?.” Kataku dalam hati.

“Gw mau coba untuk deketin cewek yang gw suka, tapi gw gak bisa karena temennya yang suka sama gw menghalangi gw!.” Kata Firza. “maksudnya apa sih?.” Tanyaku. “Jujur..Gw mau deketin..Via..Tapi gw tau Santi suka sama gw, gw gak mau ngerusak persahabatan mereka.” Kata Firza. “Hah?Jadi bener  firasat gw?.” “Tapi gw gak bisa nahan cinta ini..Dan gw Cuma suka sama Via bukan Santi..Gw harus mempertahankan cinta gw ke Via...Harus!.” Kata Firza dan langsung turun.Aku pun tidak bersembunyi lagi, aku mencoba kembali di tempatku semula. “Firza, seandainya loe bisa tahu..Bagaimana perasaan gw ke loe..Gw juga sayang sama loe.” Kataku. “Iya gw tahu kok.” Kata Firza. Sobat..Firza mendengar kata-kataku. “Ini semua bisa gw jelasin kok.” Kataku. “Tanpa loe jelasin gw udah tahu.Loe takutkan kalo Santi tahu?.” Tanya Firza.Aku mengangguk.Aku pun menghindar dan berlari ke lantai bawah.Saat aku masuk kelas, Santi datang. “Loe abis nangis ya?Loe kenapa?.” Tanya Santi. “Iya, tadi gw makan permen pedeeees banget..Jadi kepedesan deh..Sangking pedesnya jadi nangis.” Cari alasan. “Oh gitu.” Kata Santi menanggapinya.

Bersambung

Ayo sobat  ACfers like FP khusus untuk sobat ACfers..Dan dapatkan informasi2 tentang eps. AC selanjutnya caranya : Klik disini ayo like sebanyak2nya