“Kenapa Firza aneh sama aku yah?Apa jangan-jangan dia...” Kataku dalam hati sambil menggelengkan kepalaku. “Loe kenapa Vi?.” Tanya Firza yang sok perhatian. “Gak papa..” Kataku Relax. “Loe gak suka pesanannya?Apa mau gw ganti?.” Tanya Firza sambil mengangkat tangannya untuk meminta di panggilkan Stella. “Eh..Gak..Gak usah..Pala gw agak pusing..Doang.” Kataku sambil memegang tangan Firza untuk tidak mengangkat tangan. “Eh..Sorry..Gw gak bermaksud megang tangan loe..” Kataku. “Oh..Gitu..Iya gak apa-apa.” Kata Firza. “Gw mau ke toilet dulu yah.” Kata Santi yang langsung meninggalkan tempat. Aku yang mendengar ucapan Santi secara diam-diam juga ikut ke toilet.Saat aku masuk, aku melihat Santi di kaca Toilet dengan wajah yang sedih.Aku pun mendekatinya.Saat aku medekatinya... “Loe suka kan sama Firza?.” Tanya Santi tiba-tiba kepadaku. “Hah?Gw suka sama Firza?...” Saat aku ingin menjawab ‘gak’ Santi memotong pembicaraanku dan berkata. “Gw liat semua sifat loe ke Firza..Mulai dari kemaren!Lagi pula Firza juga kayaknya suka deh sama loe..Jadi kalian berdua pacaran ajah sana!.” Kata Santi tanpa melihatku. Ya ampun sobat saat ini aku betul-betul tidak tahu harus berbuat apa. “Gw gak suka sama Firza!.” Kataku. “Bener?.” Tanya Santi. Aku pun mengangguk.
Sobat, aku merasa membohongi sahabatku dan diriku sendiri.Setelah dari toilet kami duduk kembali.Kami belajar bersama. “Kita buat pertanyaan ajah, jadi misalkan Revan ke gw,gw ke Santi, Santi ke Via, Via ke Fir...” Kata Aldi, namun pembicaraanya belum selesai. “Hmh...Jangan gitu deh..Gini ajah..Aldi ke Revan, Revan ke Via, Via ke gw, gw ke Firza, terus Firza ke Aldi.” Kata Santi. “Itu sama ajah kali..Cuman di puter2 ajah.” Kata Revan. “Udah gak..Apa-apa..” Kataku. “Yah..Kenapa gak kaya sarannya Aldi ajah sih?Kan biar gak ribet.” Kata Firza. “Udah lah Za..Sama ajah..” Kataku.Setelah itu kami pun memulai menjawab pertanyaan2.Santi memberikan pertanyaan ke Firza.Sobat, jujur aku sangat cemburu.Tapi..Demi sahabat aku harus merelakan rasa cemburuku ini. “Firza..Ini pertanyaan dari gw.Ini ciri2 dirinya.Jenis kelaminnya Cewek, dan dia orang tercantik di Mesir..Siapa dia?.” Tanya Santi. Sobat, bukannya aku GR, tp aku perhatikan Firza melihatku terus..Apa ada yang aneh di wajahku?Atau ada kotoran di wajahku?Apa ada jerawat?Sobat, kalau ada jerawat aku tidak akan muncul di tempat ini!. “Za..Hellooo..Jawabannya apa?.” Tanya Santi sambil menyadarkan Firza dari bengongnya. “Via..” Jawab Firza. “Apa jawabannya?Vi..Via?.” Tanya Santi bingung. “Hah?Via?Bukan..Tadi gw lagi buka Laptop terus ada tulisan Via BlackBerry di Status temen gw.” Kata Firza mencari alasan. “Hmh..Udah jangan buka Facebook!Fokus dong!.” Kataku. “Iya..Iya..Maaf deh..” Kata Firza. “Ya udah..Ayok kita mulai lagi..” Kata Revan.
Seusai belajar, kami pulang.Tapi, Firza and the geng masih di cafe katanya mau ngumpul2 dulu. “Za, tadi yang Via itu...Sebenarnya loe lagi mikirin Via kan?Jadi loe jawab Via deh???.” Tanya Aldi. “Jujur sih..Iya...” Kata Firza. “Tuh kan sob, apa gw bilang..Wah Za, loe lagi demam Via yah?Hahhahah..” Kata Aldi. “Hahahhaha...” Tawa Revan. “Ya..Terserah loe semua deh..” Kata Firza.
Di sekolah.
“Aduh, tadi malem gw nonton film yang bener-bener..Sediiiiiiih banget.” Kataku. “Terus loe nangis?.” Tanya Santi.Aku pun mengangguk. “Dasaar..Dasarr..” Kata Santi. Beberapa saat kemudian saat aku sedang menaruh novel-novel di loker...Firza datang. “Hai Za..” Sapa Santi. “Hai Vi.” Kata Firza.What?Firza gak bales sapaan dari Santi?Aduh ini bahaya banget. “Eh, loe sama Santi ajah ya gw mau langsung ke kelas..” Kataku untuk menghindarinya. “Ya udah gw bareng.” Kata Firza. “Udah gw sendiri ajah.” Aku pun lari ke kelas. “Vi, tunggu!.” Kata Firza. “Udah Za, si Via lagi mau sendiri..Udah loe sama gw ajah!.” Pinta Santi. Sobat, jujur aku tidak ke kelas...Melainkan ke lantai 3..Ups..Sobat lantai 3 di sekolahku adalah lantai yang paling atas.Di sana aku bisa menangis atau bergembira.Sobat please jangan bilang siapa-siapa kalau lantai 3 adalah tempat persembunyianku.Aku disana menangis..Aku tak tahan yang sudah membohongi perasaanku sendiri.Saat aku sedang menangis, aku mendengar suara hentakan kaki.Sobat, kalian tau kan apa yang langsung aku lakuin?Ya, aku mengumpat di balik kardus.Kardus itu tingginya, setinggi pundakku.Aku bisa melihat dari sela-sela kardus itu.Betapa terkejutnya aku!Ternyata suara hentakan kaki itu adalah suara hentakan kaki Firza!.Oh My God..Firza sering bercerita tentang hidupnya di tempat rahasianya.Dan tempat rahasianya adalah tempat rahasiaku juga.Saat di sana tidak sengaja aku mendengar Firza bercerita. “Hari ini..Sama seperti kemarin..Gw mau mencoba itu...Tapi setiap gw coba pasti gak bisa.” Kata Firza. “Hmh..Apa ya maksud Firza sebenarnya?.” Kataku dalam hati.
“Gw mau coba untuk deketin cewek yang gw suka, tapi gw gak bisa karena temennya yang suka sama gw menghalangi gw!.” Kata Firza. “maksudnya apa sih?.” Tanyaku. “Jujur..Gw mau deketin..Via..Tapi gw tau Santi suka sama gw, gw gak mau ngerusak persahabatan mereka.” Kata Firza. “Hah?Jadi bener firasat gw?.” “Tapi gw gak bisa nahan cinta ini..Dan gw Cuma suka sama Via bukan Santi..Gw harus mempertahankan cinta gw ke Via...Harus!.” Kata Firza dan langsung turun.Aku pun tidak bersembunyi lagi, aku mencoba kembali di tempatku semula. “Firza, seandainya loe bisa tahu..Bagaimana perasaan gw ke loe..Gw juga sayang sama loe.” Kataku. “Iya gw tahu kok.” Kata Firza. Sobat..Firza mendengar kata-kataku. “Ini semua bisa gw jelasin kok.” Kataku. “Tanpa loe jelasin gw udah tahu.Loe takutkan kalo Santi tahu?.” Tanya Firza.Aku mengangguk.Aku pun menghindar dan berlari ke lantai bawah.Saat aku masuk kelas, Santi datang. “Loe abis nangis ya?Loe kenapa?.” Tanya Santi. “Iya, tadi gw makan permen pedeeees banget..Jadi kepedesan deh..Sangking pedesnya jadi nangis.” Cari alasan. “Oh gitu.” Kata Santi menanggapinya.
Bersambung
Ayo sobat ACfers like FP khusus untuk sobat ACfers..Dan dapatkan informasi2 tentang eps. AC selanjutnya caranya : Klik disini ayo like sebanyak2nya
