aku yang mendengar perkataan Santi, hanya terdiam.Aku menoleh ke arah Santi, dia hanya memberikan tatapan dengan kedua matanya yang manahan beribu-ribu tetesan air mata sambil tersenyum.Aku yang melihat kedua matanya itu , semakin merasa bersalah. Aku merasa bersalah! Ya aku bersalah! Kenapa aku bisa menanamkan rasa cinta yang begitu dalam kepada seorang pria yang di cintai juga oleh sahabatku sendiri.
