Powered By Blogger

SYIFAFAFAFA

Jumat, 10 Juni 2011

Arti Cinta Part 3

Walaupun ayah sudah tiada, serasa masih di sampingku.Aku sadar kehilangan orang yang di cintai pasti akan membuat merasa sedih. TAPIII....Mungkin kita bisa kehilangan dirinya, namun kita tidak bisa kehilangan hatinya.Cintaku kepada kedua orangtuaku melebihi rasa cintaku kepada diriku sendiri.Mulai dari aku kecil kedua orangtuaku selalu bisa memisahkan dan mengimbangkan waktu kerjanya dan waktu dengan keluarganya.Entah waktu dengan keluarga itu jalan-jalan, makan malam di luar, atau berziarah ke makam keluargaku yang telah tiada.

2 bulan kemudian...

"Please Vi...Ke kantin yuk..Gw udah laper nih." Pinta Sintia. "Sorry gw gak mau ke Kantin.5 hari ke depan gw mau ngadain DIET." Kataku. "Diet??Orang loe gak gendut." Kata Sintia. "Ya sieh tapi timbangan gw naik 2 kilogram." jawabku. "Ya udah loe temenin gw ajah ke kantin..Loe minum ajah ga usah makan.Yayayya...Please.." Kata Sinia yang merengek. "Hmh...Let me see...Ok deh ayok." Kataku.Akhirnya kami menuju kantin.Sintia memesan makanan yang ia inginkan. "Aduh gw udah ngiler ngeliat Sintia makan.eh....Kan gw mau DIET!Ayo Via jangan tergoda.Pejamkan matamu jika kamu tak kuat." Kataku dalam hati.Aku pun memejamkan mataku. "Loe kenapa Vi?Lagi Yoga? Hahhah." Canda Sintia yang sedikit membuatku kesal. "Bukan Yoga tapi gw ngiler ngeliat loe makan!Ups..Gw keceplosan." Kataku yang maluuu sekali.Karena aku KECEPLOSAN.Orang-orang yang berada di kantin menatapku tajam, aku hanya bisa menunduk.Sedangkan Sintia tertawa kecil.

Kami menuju kelas.Beberapa saat kemudian bel waktu istirahat selesai.Guru yang mengajarkan kami IPA atau bisa kita sebut SAINS datang.Yapz...Gurunya sangat galak. "Selamat pagi anak-anak." Sapa guru itu. "Selamat pagi Bu.." jawab kami semua. "Kumpulkan tugas yang saya berikan ke meja saya." Pinta guru.Aku dan Sintia pun mengumpulkan tugas.Setelah kami semua mengumpulkan tugas yang kami berikan kepada guru kami, kegiatan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) pun di mulai. "Kruyuuk..Kruyuuk.." Terdengar suara aneh dari perutku. "Aduh pake laper segala lagi." Kataku dalam hati. "Mamaa aku udah ga kuat nih nahan laper kayak gini." Kataku lagi dalam hati.Tanpa sengaja aku tertidur dalam kelas. "Daar..." Suara ketukan meja besar terdengar. "Mamaa...Laper." Kataku yang bangun dengan terkejut. "Hahahhaha..." Tertawalah teman-temanku termasuk Sintia. "Melita Octaviani Putri.Siapa yang suruh kamu tidur?." Tanya guru itu. "Anu..Anuu..Apa itu....Diet..Eh maksudnya saya..Hmh." Kataku bingung. "Aduh mati gw.." Kataku dalam hati. "Sekarang kamu keluar dari kelas, menuju lapangan, angkat satu kaki, dan kedua tanganmu di kuping." Kata guru itu memerintah. "Baik pak." Kataku sambil berdiri dan jalan sedikit. "Oyah jangan lupa kamu berkata 'saya tidak akan tidur di kelas lagi!'." Kata guru itu menyambung.

Aku pun melaksanakan hukuman.Mau gimana lagi itu sudah menjadi tanggung jawabku.Setelah selesai menjalani hukuman aku menuju kelas dan mengambil tas bersama Sintia.Aku berjalan ke koridor sekolah.Tiba-tiba Firza and the genk
mengambil tasku dan langsung lari.Aku pun mengejar Firza cowok paling resek, bandel, jail, dan nyebelin di kelas..Walaupun menurut semua anak-anak cewek di SMA sini dialah cowok idaman semua kaum wanita...Ueekk aku saja mendengarnya sudah mual. "Heh Firza balikkin tas gw!." Pintaku kepada Firza sambil berlari. "Coba aja kalau bisa hahaha..." Kata Firza.Firza pun berhenti berlari, aku juga berhenti. "Sinii Firza balikin tas gw." Kataku sambil mencoba meraihnya. "Ok..Gw bakal balikin, tapi ada syaratnya." Kata Firza.Aku pasti akan melaksanakan syaratnya karena tas itu pemberian ayahku waktu aku kelas 7. "Baik..Syaratnya apa?Etss..Jangan macem-macem syaratnya." "Iya Miss...Bawel gak macem-macem kok syaratnya..Gampang lagi..Loe cuma tinggal bilang ke gw gini. 'Firza ganteng gak disingkat balikin dong tas Via yang jelek gak disingkat'." Kata Firza.Ya itu sih gak terlalu sulit bagiku, tapi iuuhh gak usah manggil Firza ganteng kek. "Gak ada cara lain?." Tanyaku.

"Gak Ada!." Kata Firza. "Ya deh..Fiuuh...Firza ganteng ga di singkat." kataku. "Iya ada apa Via jelek?." Tanya Firza. "Balikin tas Via jelek gak disingkat yah.." Kataku yang mulai mau muntah. "Hmh..Gimana ya Vi..." Kata Firza. "Iya deh Via, ini tas loe." Firza memberikan tasku.Saat aku meraihnya eh..dia halangi..Sampai akhirnya sih...Aku bisa.

Bersambung.