Gubrak!...Terdengar suara yang sangat nyaring. “Aduh..!.” Kataku kesakittan.Yayaya kalian tahu kan aku berhasil jatuh dari tempat tidur. “Jam berapa nih?.” Kataku sambil melihat jam beker kesayanganku. “Aaaaa...Gw terlambaaat....20 menit lagi, bel masuk...Oh My God..” Kataku terkejut dan langsung masuk kamar mandi.Seusai mandi aku menuruni tangga untuk sarapan. “Tumben kamu Vi makannya cepet..Biasanya makan sepotong roti aja kayak makan 10 potong roti.” Kata mamaku. “Nyindir ma? Udah deh ma, aku tuh 10 menit lagi masuk.Mama kenapa sih gak bangunin aku?.” Kataku sambil mengunyah roti di mulut dan mengikat sepatu. “Siapa suruh tadi pagi tidur lagi?Kan tadi jam 5 pagi mama udah bangunin terus kamu bilang ‘Iya ma...Nanti aku bangun.’ Kamu udah bilang gitu kok.” Kata mamaku sambil mempraktekkan. “Iya sih..Via yang salah hehehe..” Kataku yang langsung salim seusai mengikat sepatu.Dan meninggalkan rumah.
“Mas Udin ayuk cepet...” Pintaku kepada supir pribadiku. “Iya neng.” Jawab supirku. “Aduh bisa gawat nih kalau gw terlambat di hari pertama gw masuk sekolah.” Kataku dalam hati. “Mas Udin agak cepet dikit yah soalnya 5 menit lagi masuk nih.” Kataku sambil ketakutan. “Tenang aja neng dikit lagi kita sampai kok. Tuh udah kelihatan sekolahnya.” Kata supirku sambil tersenyum dan menunjuk sekolah baruku. Aku pun keluar dari mobilku sambil mengucapkan terimakasih pada Mas Udin. “Kelas gw yang mana yah?.” Tanyaku. “Eh lo anak 10.2 ya?.” Tanya seorang gadis yang menurutku sangat cantik. “Hmh...Iya.” Kataku sambil tersenyum. “Gw juga anak 10.2, oyah nama loe siapa?.” Tanya gadis itu. “Melita Octaviani Putri.Loe bisa panggil gw Via ajah.Kalau loe?.” Tanyaku sambil mengulurkan tangan. “Oh..Gw Sintia Vannes.” Katanya sambil menjabat tanganku. Aku pun masuk kelas dan mencari tempat duduk.Sintia memintaku untuk duduk dekatnya.Aku pun menerima.
Bel pun berbunyi, kami berdua jalan bersama ke lapangan untuk berbaris.Berbagai sambutan di sampaikan oleh pemilik sekolah dan kepala sekolah.Sambutan itu berisi tentang sambutan selamat datang untuk kelas 10.1 – 10.5.Berbagai sambutan pun selesai, kami di persilahkan masuk ke kelas masing-masing. “Loe capek gak Sin?.” Tanyaku. “Ya lah secara kita berdiri terus di lapangan...Ada kali 30 menit.Nyiksa banget..” Kata Sintia. “Iya juga tapi mau gimanapun itu juga bisa melatih kesabaran kita..Hahha.” Kataku. “Iya juga sih..” Kata Sintia sambil tersenyum. Kami masuk kelas kami.Sekitar 5 menit kemudian, datang seorang guru yang bepenampilan sangat rapih dan bersih.Jalannya tegak, dan begitu sempuna. Dia memperkenalkan dirinya dan membagikan kami 1 kertas yang berisi tentang pemilihan EKSTRAKULIKULER. 1 orang mendapat 1 kertas. Aku dan Sintia memilih PASKIBRA. 4 menit pun berlalu kertas yang di bagikan pun di berikan kepada wali kelas kami kembali.Jenis kelaminnya perempuan dan namanya adalah Bu Endang.
“Menurut loe Bu Endang gimana?.” Tanya Sintia. “Baik sih..Tapi kayaknya gw suka deh kalau wali kelas kita jenis kelaminnya perempuan.” Kataku. “Emangnya kenapa?.” Tanya Sintia yang kelihatannya penasaran. “Gini yah..Kalau kita punya masalah pasti bisa mudah menceritakannya...Apa lagi kalau jenis kelaminnya sama kayak kita.” Jawabku. “Oh..Maksudnya biar sama-sama perempuan gitu?.” Tanya Sintia meyakinkan. “Iyaapz...Ya udah deh supir gw udah jemput..Loe mau bareng?.” Tanyaku. “Bareng?Gak usah deh soalnya gw juga di jemput supir gw tuh mobilnya.” Kata Sintia sambil menunjuk mobilnya. “Oh..Ok deh gw duluan yaah...Bye..Sin.” Kataku sambil melambaikan tangan. “Bye Vi..” Katanya.
Bersambung
