"Hehehhe...Iya..Sin." Kataku. "OMG. Octaviani Putri..Loe dapet masalah BESAR!." Teriak Sintia.Aku langsung menutup mulutnya.Keesokkan harinya aku melihat bangku Firza kosong.Sobat AC (Arti Cinta) tau bagaimana rasanya hatiku saat ini??Kalian tahu kan??Aku sangat kebingungan. "Ok guys...What Should i do??." Kataku dalam hati.Memang terdengarnya gila, tapi....Aku memang merasa bersalah sekali dengannya.Sepertinya lebih baik aku mengulang waktu kembali, tapi aku tahu semua telah terjadi dan semua telah berlalu.Di perpustakaan. "Firza kemana sih??Jangan-jangan dia masuk rumah sakit lagi...Gara-gara air di kamar mandi yang membasahi dia?." Kata seseorang dengan temannya.Mungkin aku salah dengar, karena di perpus di larang berbicara sehingga pendengaranku kepada seseorang yang sedang berbicara tadi terganggu.TAPIII...Gak salah lagi...Tadi aku memang mendengarnya jelas!!. "Calm down Via..." Kataku dalam hati sambil menghela nafas.
Keesokkan harinya..SAMA!!.Bangku Firza kosong.Sobat, hatiku sangat bercampur aduk dengan penuh ketakutan."Dooor!!." Suara kagetan dari Sintia kepadaku. "Firza maafin gw!." Kataku yang berhasil keceplosan lagi.Yayayya sobat AC sekarang akan mengerti bahwa aku sering keceplosan.Jadi kalau ada yang memberiku rahasia, jujur sobat..AKU SANGAT TAKUT!.Setelah keceplosanku terdengar, semua menolehku dengan pandangan aneh. "Uppss! Gw keceplosan lagi." "Makanya jangan bengong2 mulu...Entar kesambet Firza..Eh..Maksud gw kesambet setan lhoh...Hahhaha." Lawak Sintia yang berhasil membuat mukaku cemberut. "Makasih ejekannya." Kataku dengan nada ngambek. "Yah..Kok Via ngambek cih?." Tanya Sintia. "Siapa juga yang ngambek! Cuma KESEL!." Kataku jengkel. "Hah?Bukannya sam ajah ya?." Tanya Sintia lagi dan lagi. "Udah tau nanya.Lagian sahabatnya lagi kebingungan masih ajah bikin Via kesel." Kataku cemberut. "Udah yuk..Mendingan loe ikut gw ke koperasi, biasa beli dasi gw yang ilang.Abis itu kita bahas cara minta maaf ke Firza." Kata Sintia. "Hmh...Iya deh.." Kataku yang masih cemberut. "Udah mana senyum Via?." Pinta Sintia. "NIH!." Kataku sambil menunjukkan senyumku.
Wow..Bagiku Sintia memang pinter dalam menyelesaikan masalah.Sambil menuju ke koperasi aku menendang-nendang batu2 kecil yang ada di depan kakiku.Sintia membeli dasinya di koperasi..Sobat kalian tau tidak? Menurutku, Sintia pinter sih..Tapi agak ceroboh...Dasinya hilang..Terus2an sampai2 baru 2 minggu hilang..Hhahahah..Upz sobat AC jangan bilang ke Sintia yah...Hehhehe...Ini rahasia sobat AC dan aku ok?.Setelah aku membeli dasi aku pergi ke suatu Cafe dekat sekolah, disana kami mebicarakan tentang Firza. "Jadi..Gini Vi..Gw udah dapet alamat rumahnya Firza, so abis ini kita ke tempat itu, and then loe bilang ke Firza apa yang sebenarnya terjadi..JANGAN LUPA!Say Sorry ke Firza!." Kata Sintia. "Iya..Deh." Kataku.Kami pun jalan ke rumah Firza.Kami mengetuk pintu.Sobat AC..Di rumah sana, aku sangat kebingungan melihat rumah Firza yang penuh dengan hiasan antik!.Sobat, aku sangat merasa minder di rumah itu.Firza memang jail, tapi jujur siih...Dia gak sombong atas kekayaan yang dia miliki.Bahkan aku baru tahu ia memiliki rumah semegah ini.Beberapa detik berlalu, ada wanita yang membukakan pintu. "Wa'alaikum salam, nyari siapa dek?." Tanya wanita itu dengan ramah dan penuh senyuman. "Apa benar ini rumah Firza?." Tanya Sintia.Sungguh sobat, aku sangat minder dan sulit di percaya. "Iya betul." Kata wanita yang aku pikir sih..Dia ibunya Firza. "Gini, tante kami mau menjenguk Firza." Kataku yang Alhamdulillah bisa berbicara.Heheheh..Kalian pikir aku baru bisa berbicara? Bukan sobat, maksudku dari tadi aku hanya berdiam diri seperti iktikaf, namun lama-lama aku bisa berani berbicara.Hehheh..
Setelah aku berkata alasan kami datang, wanita itu nampak kebingungan. "Firza?Sakit?." Tanya wanita itu.Kami pun mengangguk. "Mari kita masuk!." Ajak wanita itu.Dia menyuruh kami duduk, dan menyediakan kami segelas minuman dan kripik kecil. "Gini loh sayang, Firza pergi selama 3 Minggu ke Singapore." Kata wanita itu.Sobat, kali ini beberapa butiran keringat mengalir di sekitar keningku.Aku takut ada sesuatu terjadi dengan Firza, karena ulah bodohku ini. "Tante, kalau boleh tahu, kenapa Firza harus ke Singapore?Dia berobat disana?." Tanya Sintia.Sobat, kalian tahu?Pertanyaan Sintia itu membuat aku menjadi tambah panik!.Wanita itu menggeleng.Wow! Aku juga bingung nih. "Bukan itu sayang, Firza ke Singapore, karena Alhamdulillah dia berhasil masuk menjadi Finalis foto model...Nah..Yang menang bisa foto di USS (Universal Studio Singapore)..Alhamdulillah Firza masuk menjadi finalis." Kata wanita itu. Sobaaat..Aku lega sekali, tapi...Perasaan jengkel tiba kembali di hatiku. "Tapi, kenapa Firza gak buka mulut tante?." Tanya ku. "Iya sayang, dia malu apabila dia sudah buka mulut dan bercerita kepada teman-teman, namun misalkan nantinya dia gagal gimana?." Kata ibu Firza.Kami pun berbincang-bincang.Hingga jam menunjukkan pukul 16.13 kami pulang.Di perjalanan aku tertawa terbahak-bahak.Betapa malunya kami saat itu..
Bersambung.
